Semilir angin menerpa bagaikan bisikan halus nyanyian yng mengalun sendu,
menangis seperti hatiku. Terasa berat melangkahkan kakiku, seolah tidak ingin
aku meninggalkan tempat ini. Berat memang, namun, semua ini harus kulakukan.
Bukan keinginanku begini, namun suatu keharusan. Ya, keharusan.
Kupaksakan kakiku melangkah, melewati jalan setapak berbatu, menembus
tebalnya rerumputan yang terhampar luas, bersanding dengan hijaunya sawah yang
luas dan pepohonan hutan di lereng pegunungan di ujung horizon. Kuhentikan
langkahku sejenak. Kulihat biru langit cerah pagi ini, beberapa burung terbang,
bermain, seperti menggodaku untuk ikut mengejar mereka.


